Jumat, 02 November 2012

Tulisan Pertama ku di Kabar Toraja

Di Toraja, di Mangkupalas Sama Saja
Ditulis oleh Editor KTC 01/ Kontributor: Jeffren Fisilianus Tandililing. Ket: Aktifitas perantau Toraja di Mangkupalas gang Saluputti, Samarinda Seberang (29/10/2012). diturunkan on Jumat, 02 November 2012 12:58   
KABAR-TORAJA.COM-Apa Kabar Sola- Kebersamaan masyarakat Toraja selalu ditunjukkan dimanapun berada. Peran upacara-upacara Budaya seperti rambu solo dan rambu tuka' (Upacara adat kematian dan Upacara adat perkawinan), menyatukan warga dalam entitas sosial etnik Toraja.

Dikesempatan itu aura kebersamaan melalui gotong royong sebagai jiwa kebudayaan terlihat dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Seperti di Mangkupalas gang Saluputti, Samarinda Seberang, belum lama ini, Senin (29/10/2012) lalu misalkan. Suatu pemukiman yang mayoritas penduduknya adalah orang Toraja yang telah berpuluh-puluh tahun menetap di daerah ini.

Saat salah seorang warganya yang meninggal dunia, aktivitas yang terjadi tak jauh berbeda seperti halnya di kampung halaman, tanpa di suruh para tetangga sudah berdatangan ke rumah duka untuk melayat, maupun gotong royong mendirikan tenda ataupun Lantang (pondok kecil berfungsi untuk tempat berkumpul sambil duduk lesehan).

 Dalam khotbah penghiburan salah satu pengurus IKAT (Ikatan Keluarga Toraja), menuturkan "midara ke tangia kita la dolo lako ke denni tu sara'na siunu'ta, belanna inde ki' padangna tau, parallu ki' tu sitiroan lan tondokna tau," (Siapa lagi yang lebih dulu selain kita semua yang ada, didaerah rantau penting untuk saling peduli melihat satu dengan yang lain).

Selain itu dia berpesan jangan sampai kehilangan jati diri sebagai orang toraja yang dikenal ramah dan selalu menjunjung tinggi kekeluargaan.

Dari pantauan kabar-toraja.com, kesibukan pelayat yang datang usai menghadiri ibadah penghiburan seperti mendirikan tenda, memotong daging hingga mengolahnya dalam racikan menu, menandakan kesibukan khas.

inilah sebuah wujud kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat Toraja di daerah perantauan. meskipun jauh dari Tondok (kampung halaman) namun adat dan kebiasaan utamanya kekeluargaan dan gotong royong tidak penah hilang.

link : http://kabar-toraja.com/apa-kareba-sola/3550

Tidak ada komentar:

Posting Komentar