| Di Toraja, di Mangkupalas Sama Saja |
| Ditulis oleh Editor KTC 01/ Kontributor: Jeffren Fisilianus Tandililing. Ket: Aktifitas perantau Toraja di Mangkupalas gang Saluputti, Samarinda Seberang (29/10/2012). diturunkan on Jumat, 02 November 2012 12:58 |
|
KABAR-TORAJA.COM-Apa Kabar Sola- Kebersamaan masyarakat Toraja selalu ditunjukkan dimanapun berada.
Peran upacara-upacara Budaya seperti rambu solo dan rambu tuka'
(Upacara adat kematian dan Upacara adat perkawinan), menyatukan warga
dalam entitas sosial etnik Toraja.
Dikesempatan itu aura kebersamaan melalui gotong royong sebagai jiwa kebudayaan terlihat dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.
Seperti
di Mangkupalas gang Saluputti, Samarinda Seberang, belum lama ini,
Senin (29/10/2012) lalu misalkan. Suatu pemukiman yang mayoritas
penduduknya adalah orang Toraja yang telah berpuluh-puluh tahun menetap
di daerah ini.
Saat
salah seorang warganya yang meninggal dunia, aktivitas yang terjadi tak
jauh berbeda seperti halnya di kampung halaman, tanpa di suruh para
tetangga sudah berdatangan ke rumah duka untuk melayat, maupun gotong
royong mendirikan tenda ataupun Lantang (pondok kecil berfungsi untuk
tempat berkumpul sambil duduk lesehan).
Dalam
khotbah penghiburan salah satu pengurus IKAT (Ikatan Keluarga Toraja),
menuturkan "midara ke tangia kita la dolo lako ke denni tu sara'na
siunu'ta, belanna inde ki' padangna tau, parallu ki' tu sitiroan lan
tondokna tau," (Siapa lagi yang lebih dulu selain kita semua yang ada,
didaerah rantau penting untuk saling peduli melihat satu dengan yang
lain).
Selain
itu dia berpesan jangan sampai kehilangan jati diri sebagai orang
toraja yang dikenal ramah dan selalu menjunjung tinggi kekeluargaan.
Dari
pantauan kabar-toraja.com, kesibukan pelayat yang datang usai
menghadiri ibadah penghiburan seperti mendirikan tenda, memotong daging
hingga mengolahnya dalam racikan menu, menandakan kesibukan khas.
inilah
sebuah wujud kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat Toraja di daerah
perantauan. meskipun jauh dari Tondok (kampung halaman) namun adat dan
kebiasaan utamanya kekeluargaan dan gotong royong tidak penah hilang.
link : http://kabar-toraja.com/apa-kareba-sola/3550
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar