Senin, 29 Oktober 2012

Hak menguasai dari Negara

HAK MENGUASAI DARI NEGARA

Hak menguasai dari negara adalah: sebutan yang diberikan oleh UUPA kepada lembaga hukum dan hubungan hukum konkret antara dan tanah indonesia , yang dirinci isi dan tujuannya dalam pasal 2 ayat 2 dan 3 UUPA.

Pasal 2 ayat 2 : Hak menguasai dari negara memberi wewenang:

a. Mengatur dan menyelenggarakan peruntukan, penggunaan,persediaan, dan pemeliharaan bumi, air, dan ruang angkasa tersebut:

b. Menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang dengan bumi, air, dan ruang angkasa:

c. Menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dan perbuatan-perbuatan hukum yang mengenai bumi, air, dan ruang angkasa.

Pasal 2 ayat 3 : Wewenang yang bersumber pada hak menguasai dari negara tersebut pada ayat 2 pasal ini digunakan untuk mencapai sebesar besarnya kemakmuran rakyat dalam arti kebangsaan, kerakyatan dan kemerdekaan dalam masyarakat dan negara hukum indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

Azas ini hendak mengatakan bahwa negara bukan sebagai pemilik BARA. Konsep negara sebagai pemilik hanya ada pada saat negara indonesia pada masa penjajahan. Kewenangan negara dalam bidang pertanahan tersebut merupakan pelimpahan tugas bangsa, kewenangan tersebut bersifat publik semata-mata. Maka berbeda benar dengan hubungan hukum yang bersifat pemilikan antara negara dan tanah berdasarka domein – verklaring dalam hukum tanah administratif pad waktu sebelum berlakunya UUPA, namun domein verklaring sudah dicabut.

Pada penjelasan umum disebutkan bahwa UUPA berpangkal pada pendirian bahwa untuk mencapai apa yang ditentukan dalam pasal 33 ayat 3 UUD tidak perlu dan tidak pada tempatnya bahwa bangsa indonesia ataupun negara bertindak sebagai pemilik. Adalah lebih tepat jika negara sebagai organisasi kekuasaan dari seluruh bangsa atau rakyat bertindak sebagai badan penguasa.
Kewenangan negara sebagai hak menguasai seperti disebutkan dalam pasal 2 UUPA meliputi bidang legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Dan juga dinyatakan bahwa soal agraria menurut sifatnya dan pada azasnya merupakan tugas pemerintah pusat (pasal 33 ayat 3 UUD). Azas ini sangat penting untuk mempertahankan dan melestarikan persatuan dan kesatuan.

Berkaitan dengan hak menguasai negara ini instansi mana yang menjalankan wewenang tersebut:

a. Badan legislatif : Menjalankan wewenang hal-hal yang berkaitan dengan bidang legislatif seperti MPR dngan bentuk penetapan MPR dan DPR yang dengan bentuk perundang-undangan.
b. Badan eksekutif : Yang dicakup dalam pengertian menyelenggarakan dan menentukan dilakukan oleh Presiden dan dibantu oleh menteri atau pejabat tinggi lainnya.
c. Badan yudikatif : Penyelesaian sengketa-sengketa tanah, baik diantara rakyat sendiri maupun rakyat dan pemerintah melalui peradilan umum. (UU No 2 tahun 1986)

Minggu, 28 Oktober 2012

Sejarah SCEPTEL part 1

Sejarah SCEPTEL (Social Class Economy Politik and Technology)

Berdiri 26 Januari 2010, atas dasar kekeluargaan dan kekompakan. awalnya SCEPTEL bernama SCETEL tetapi setelah melalui hasil pemikiran yg mendalam sehingga nama SCEPTEL di sepakati, SCEPTEL yang berarti Social Class Economy Politik and Thecnology.


1. latar belakang berdirinya SCEPTEL di dasari atas pemikiran-pemikiran kaum mudah yang saat itu menolak akan bentuk2 diskriminasi terhadap kelas Sosial. karna adanya bentuk diskriminasi itulah, para pemuda sceptel yang saat itu di ketuai oleh Muh. arief waradana Ali, mengaajak rekan2.a untuk membentuk suatu waadah atau forum dmana wadah ini berrfungsi sebagai legislatif (menampung aspirasi kaum social) berawal dari situlah SCEPTEL berdiri. dan di akui pada tanggal 26 januari 2010. sampai saat ini sceptel msih berkembang di masyarakat dan membawa perubahan terhadap kehidupan masyaraakat keci. hidup Raakyat... #jeffren fisilianus sceptel 011
PENDIRI SCEPTEL (dok.scepetel_withplend)


Torjaja dan Borobudur satu kelompok (kabartoraja.com)

Editor: KTC01/ Reporter: So' Jef


KABAR-TORAJA.COM-Toraja Utara-Destination Manajemen Organization (DMO) Cluster Toraja masuk dalam kelompok budaya. Dikelompokkannya Toraja sejajar dengan Borobudur juga Jakarta kota tua, diharap merangsang pariwisata. Ketua DMO Cluster Toraja Luther Barrung, mengatakan berbagai pembekalan saat digelarnya konfrens nasional DMO se-Indonesia, (baca: Usai Konfrensi Nasional DMO..), Toraja satu grup dengan Borobudur dan Jakarta Kota Tua.
Dikesempatan itu pula, ikut dibahas expert swiss contact, diskusi parallel bahas bidang bahari geopark, eco dan cultur.
“Tujuan paling utama pertemuan nasional tersebut, agar DMO dipahami oleh masyarakat dan pemerintah sebagai wadah yang sangat peduli pariwisata. Selain menjadikan destinasi yang berkualitas,” Bahkan para Buyer dari luar negeri diperkenalkan pada para peserta," jelas dia, Rabu (24/10/2012), Rantepao, Toraja Utara.

sebagian kecil alumni SMANSA MAKALE 2011





































Rabu, 24 Oktober 2012

smansa makale



Peranan pemuda referensi dalam menyambut SUMPAH PEMUDA

Banyak anak negeri ini mendengar, membaca, dan akhirnya terinspirasi menciptakan sebuah karya  untuk masyarakat banyak. Apa yang dibuatnya itu lebih dari keinginan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Penulis menilai, saat ini, peranan pemuda sangat dinamis. Mengapa demikian? Karena pemuda mempunyai peranan penting dalam setiap segi kehidupan. Ini ditandai dengan banyaknya kontribusi yang diberikan pemuda sejak zaman sebelum pra kemerdekaan. Dari semua peristiwa-peristiwa yang terjadi, para pemuda lah yang menjadi mentor dan motor penggeraknya.

Ada empat pilar perjuangan  yang perlu dilakukan para pemuda dalam melakukan reaktulisasi peranan pemuda menjawab tantangan masa depan . Pertama, Pembangunan Kesadaran Kebangsaan dan Nasionalisme.Jika dilihat fenomena, semangat kebangsaan dan nasionalisme para kaum mulai kabur dan semakin tidak jelas akibat adanya degradasi moral yang sangat tajam. Ini dibuktikan atas adanya gejala kejadian konflik-konflik sosial di tengah masyarakat.

Para pemuda memiliki gaya hidup konsumtif yang berlebihan dan juga lahirnya paradigma “hedonistik” sehingga melahirkan prilaku “apatis”. Selain itu ada juga perilaku “oportunis” dan sikap “menari-nari” diatas penderitaan sosial dengan terlibat langsung dengan prilaku “korupsi” yang dilakukan oknum kaum pemuda, serta rendahnya semangat inovasi dan kreatifitas untuk melahirkan ide-ide positif dan produktif untuk melahirkan rasa cinta tanah air.

Yang cukup memprihatinkan adalah bergesernya prilaku akan pemahaman terhadap ideologi negara yakni Pancasila  dan Bhineka Tunggal Ika. Semestinya, dalam kondisi saat ini, pemuda harus menunjukan daya juang, inovatif, serta semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua, Pembangunan Loyalitas dan Integritas. Pada pilar ini, tidak sedikit pula para pemuda yang telah terjerat kepada sebuah sikap dan prilaku membangga-banggakan hasil karya cipta bukan dari produk anak negeri. Mari kita simak dan pahami apa yang telah disampaikan Bung Karno yaitu “Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, pada tahun 1966).”

Jiwa loyalitas dan integritas yang penulis maksudkan, bukan berarti diterjemahkan dalam makna yang sempit, sehingga bahwa para pemuda tidak boleh menjadi orang-orang yang terbuka atas perkembangan dan kemajuan yang dilakukan oleh bangsa maupun negara lain sehingga melahirkan jiwa-jiwa yang takut (phobia) untuk berkompetisi.

Kopi Toraja Arabica (kabartoraja.com)

Ditulis oleh editor on Rabu, 24 Oktober 2012 20:08   
Editor: KTC01/ Reporter: So' Jef

KABAR-TORAJA.COM-Toraja Utara- Kopi Toraja capai puncak kejayaannya saat berhasil menembus rekor Internasional, serta dihargai 45 dollar atau sekitar Rp 432.000 (kurs 9.600), saat dilelang, pada waktu digelarnya lomba kopi jenis Arabica tingkat Internasional, di Surabaya 12-14 Oktober lalu. Selama 3 hari secara marathon tes kandungan rasa, kadar dan lain-lain oleh juri yang berasal dari dalam dan luar negeri, Kopi Arabica Specialty Toraja tembus rekor tertinggi, kalahkan 600 peserta dari ajang The 2nd Indonesia Specialty Coffe Auction tersebut.
Sebanyak 12 tim juri nasional ditambah 2 orang dari Amerika, Australia, juga Thailand, memilih Kopi Arabica Specialty Toraja sebagai paling berkualitas, dari jenis kopi yang diperlombakan yakni Arabica, Robusta dan Luwak.
Keberhasilan para petani Toraja ini berkat bimbingan yang dilakukan Asosiasi Petani Kopi Toraja (APKT) yang diketuai Edy Kendek. Edy yang datang bersama Sekertaris APKT Benyamin Sampe bahkan harus dikejar-kejar para buyer asal Korea Selatan dan Thailand untuk membeli kopi yang dibawa kedua Pembina APKT ini.
“Yang kami bawa adalah kopi Specialty Arabica Toraja. Tak ada cela sedikitpun. Kopi Toraja Arabica Organic hasil olahan para petani yang berasal dari 39 Kecamatan se-Toraja, berkat bimbingan intensif selama tiga tahun,” ucap dia, saat ditemui kabar-toraja.com, Rabu (24/10/2012) sore tadi, di sekertariat APKT, Jalan Pembangunan No.36, Rantepao, Toraja Utara.
Artikel terkait, baca: Kopi Arabica Toraja Siap Masuk MPIG