Rabu, 24 Oktober 2012

Peranan pemuda referensi dalam menyambut SUMPAH PEMUDA

Banyak anak negeri ini mendengar, membaca, dan akhirnya terinspirasi menciptakan sebuah karya  untuk masyarakat banyak. Apa yang dibuatnya itu lebih dari keinginan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Penulis menilai, saat ini, peranan pemuda sangat dinamis. Mengapa demikian? Karena pemuda mempunyai peranan penting dalam setiap segi kehidupan. Ini ditandai dengan banyaknya kontribusi yang diberikan pemuda sejak zaman sebelum pra kemerdekaan. Dari semua peristiwa-peristiwa yang terjadi, para pemuda lah yang menjadi mentor dan motor penggeraknya.

Ada empat pilar perjuangan  yang perlu dilakukan para pemuda dalam melakukan reaktulisasi peranan pemuda menjawab tantangan masa depan . Pertama, Pembangunan Kesadaran Kebangsaan dan Nasionalisme.Jika dilihat fenomena, semangat kebangsaan dan nasionalisme para kaum mulai kabur dan semakin tidak jelas akibat adanya degradasi moral yang sangat tajam. Ini dibuktikan atas adanya gejala kejadian konflik-konflik sosial di tengah masyarakat.

Para pemuda memiliki gaya hidup konsumtif yang berlebihan dan juga lahirnya paradigma “hedonistik” sehingga melahirkan prilaku “apatis”. Selain itu ada juga perilaku “oportunis” dan sikap “menari-nari” diatas penderitaan sosial dengan terlibat langsung dengan prilaku “korupsi” yang dilakukan oknum kaum pemuda, serta rendahnya semangat inovasi dan kreatifitas untuk melahirkan ide-ide positif dan produktif untuk melahirkan rasa cinta tanah air.

Yang cukup memprihatinkan adalah bergesernya prilaku akan pemahaman terhadap ideologi negara yakni Pancasila  dan Bhineka Tunggal Ika. Semestinya, dalam kondisi saat ini, pemuda harus menunjukan daya juang, inovatif, serta semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua, Pembangunan Loyalitas dan Integritas. Pada pilar ini, tidak sedikit pula para pemuda yang telah terjerat kepada sebuah sikap dan prilaku membangga-banggakan hasil karya cipta bukan dari produk anak negeri. Mari kita simak dan pahami apa yang telah disampaikan Bung Karno yaitu “Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, pada tahun 1966).”

Jiwa loyalitas dan integritas yang penulis maksudkan, bukan berarti diterjemahkan dalam makna yang sempit, sehingga bahwa para pemuda tidak boleh menjadi orang-orang yang terbuka atas perkembangan dan kemajuan yang dilakukan oleh bangsa maupun negara lain sehingga melahirkan jiwa-jiwa yang takut (phobia) untuk berkompetisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar